Kebiasaan
Buruk Anak Ini Bisa Merusak Gigi – Setiap orang tua
selalu ingin agar kesehatan sang buah hati selalu terjaga. Baik itu untuk
kesehatan badan, dan juga gigi. Namun sayangnya, ternyata banyak sekali kebiasaan
buruk anak yang sering dilupakan, namun ternyata bisa merusak kesehatan gigi.
Bahkan, hal ini jika dibiarkan secara terus-menerus ini bisa berakibat masalah
terhadap perkembangan dan pertumbuhan buah hati.
Maka dari itulah, agar kesehatan gigi tetap
terjaga dan gigi tidak rusak, sebaiknya simak beberapa kebiasaan buruk anak di
bawah ini yang dapat merusak kesehatan gigi anak, antara lain:
Pertama, seorang anak terkadang sering tidak menyikat giginya seperti yang
seharusnya. Dimana kebanyakan orang Indonesia lebih suka menyikat giginya
ketika sedang mandi di pagi hari dan di sore hari. Padahal, waktu terbaik untuk
menyikat gigi sebenarnya justru saat selesai makan dan juga sebelum tidur. Hal
ini bisa membuat resiko terjadinya gigi berlubang bisa berkurang hingga 50%.
Disamping itu, menyikat gigi itu seharusnya dilakukan dengan cara yang tepat,
agar nantinya tidak mengikis gusi. Yaitu harus dari arah gusi ke gigi. Saat
sedang menyikat gigi ke atas, maka sebaiknya lakukan saja dari atas menuju ke
bawah. Sementara saat menyikat dari gigi bawah, maka sikat dari arah bawah
menuju ke atas.
Kedua,
salah satu kebiasaan buruk anak yang lainnya adalah
menghisap ibu jari. Kebiasaan ini ternyata bisa membuat kontur rahang menjadi
berpengaruh dan bisa membuat terjadinya maloklusi. Sehingga, hal ini bisa
mempengaruhi kegiatan mengunyah makanan nantinya. Maka dari itulah, sebaiknya
larang anak Anda saat sedang memasukkan ibu jarinya ataupun jari yang lain ke
dalam mulut.
Ketiga, banyak orang tua sering membiarkan anaknya untuk minum susu yang
berasal dari botol bot. Padahal, sebenarnya kebiasaanini bisa menyebabkan
terjadinya gigi anak berlubang. Saat minum susu lewat botol dot, maka mulut
tertutup. Hal ini juga berlaku pada lidah. Dengan begitu, gigi atas dan juga geraham
belakang menajdi terendam oleh susu. Sehingga, aliran saliva dalam mulut
menjadi berkurang. Dengan begitu, tidak ada lagi cairan pembersih mulut yang
membuatnya terbentuknya karies. Namun, masalah ini bisa diatasi dengan cara
memberikannya air putih sesudah minum susu.
Ke-empat,
sering makan dan minum yang manis-manis ini bisa
membuat derajat keasaman dibagian rongga mulut makin meningkat. Sehingga, hal
ini bisa menyebabkan terjadinya plak pada gigi dan produksi asam bakteri makin
meningkat. Dengan begitu, hal ini bisa membuat email gigi lebih cepat berlubang
giginya. Maka dari itulah, jangan terlalu keseringan memberi anak makanan dan
juga minuman yang manis-manis. Beri saja sayur-sayuran dan juga buah-buahan,
seperti jus dengan kandungan vitamin dan gizi yang bernutrisi dan baik untuk
kesehatan sang anak.
Kelima,
ternyata menyimpan makanan dalam rongga mulut di waktu
yang lama ini bisa menyebabkan terjadinya gigi berlubang. Karnea produksi
saliva menjadi berkurang. Dengan begitu, bakteri bisa difermentasi menjadi
asam. Maka dari itulah, berikan makanan padat berdasarkan tahap perkembangan
usia dari sang anak. Jangan berikan makanan yang terlalu lembut. Berikan saja
yang bertekstur.
Ke-enam,
ternyata kebiasaan buruk anak sering menggigit
benda-benda keras, seperti pensil itu bisa membuat kontur rahang menjadi
bermasalah. Selain itu, hal ini juga bisa menyebabkan terjadinya fraktur atau
sebauh keretakan pada gigi. Mereka akan mengalamikejadian crossbite, dimana
posisi gigi bawah menajdi lebih maju dari gigi bagian atas.