Aman, MSG Tetap Aman Dikonsumsi, Bila.. – MSG
atau disebut juga dengan Monosodium glutamat ini adalah penyedap rasa yang
kerap dipakai para masyarakat. Namun sayangnya, cita rasa dari penyedap ini
sering kali diragukan oleh para masyarakat bila dikaitkan dari segi kesehatan.
Padahal, sebenarnya, berdasarkan pihak dari Ahli Teknologi Pangan yang berasal
dari Institut Pertanian Bogor, yaitu Prof. Purwiyatno Hariyadi menyatakan bahwa
kandungan sodium yang terdapat di dalam penyedap ini jauh lebih kecil dari
garam.
Baca juga: Daftar
Makanan Yang Bisa Membuat Tidur Makin Nyenyak
Jadi, dari
serangkaian penelitian ilmiah yang dilakukan cukup panjang, sebenarnya penyedap
ini bisa dibilang masih aman untuk dikonsumsi. Asalkan Anda mengkonsumsinya
menggunakan batas maksimum pemakaian yang sewajarnya dan secukupnya. Jadi, bisa
dibilang bahwa apa yang telah beredar dalam masyarakat awam itu tidak selalu
sama untuk para masyarakat akademik yang dapat dilihat dari journal ilmiah.
Hal ini
dikarenakan banyak masyarakat awam tidak mau membaca jurnal. Hal tersebut telah
disampaikan bersama dengan Ajinomoto, dalam kantor Ajinomoto. Garam dan gula
berdasarkan Prof. Purwiyatno tersebut bila dikonsumsi secara berlebihan itu
tidak baik bagi kesehatan Anda. maka dari itulah, Anda bisa membatasi kebutuhan
terhadap konsumsi MSG.
Karena bila
Anda mengkonsumsinya secara berlebihan, maka penyedap ini justru bisa
menimbulkan rasa yang tidak disuka dengan sendirinya. Bila Anda tidak
mengkonsumsinya secara berlebihan, maka berdasarkan Prof. Purwiyatno
menjelaskan ada korelasi di antara konsumsi gizi, kualitas cita rasa, dan juga
tingkat kesehatan. Kualitas dari cita rasa tersebut, dengan adanya penyedap ini
mampu memberi nilai kenikmatan tersendiri terhadap cita rasanya.
Karena itulah,
ketika memberi sebuah kenikmatan terhadap cita rasanya, hal ini bisa membuat
nafsu makan menjadi makin meningkat. Dengan memakai rasa MSG yang lezat, hal
ini membuat mulut bisa memproduksi air liur yang makin banyak. Air liur
merupakan proses pencernaan selain dari gigi. Hal tersebut sangat penting
sekali untuk para lansia yang kesulitan untuk makan dan bagus untuk orang yang
sakit yang malas untuk makan.
Kualitas dari
cita rasa tersebut, memberikan energi dan nilai giziyang cukup. Sehingga,
makanan yang telah dikonsumsi tersebut dapat dicerna tubuh manusia. Bahkan,
tidak hanya itu saja, penyedap ini dapat juga berperan untuk mengurangi adanya
kadar lemak pangan, tanpa mengurangi cita rasa dan mutu dari makanan yang
dimasak. Sehingga, sistem pencernaan dan metabolisme makin baik karena adanya
protein.
Jadi, selain
adanya MSG, sebenarnya berdasarkan Prof. Purwiyatno, rasa dari penyedap ini
dihasilkan dari beberapa bahan alami. Misalnya saja seperti adanya kaldu jepang
yang berasal dari sari kombu, dashi, asparagus, katsuobushi, tomat, dan daging.
Jadi, dari sinilah dapat disimpulkan bahwa sebenarnya Anda tidak perlu takut untuk
menyantap MSG, asalkan Anda menyantapnya dan mengkonsumsinya dengan secukupnya
dan jangan berlebihan.
Itu artinya,
Anda kini tidak perlu berpikir negatif terhadap penyedap rasa yang satu ini.
Jadi, meskipun banyak yang bilang bahwa penyedap ini buruk karena mengandung
berbagai macam bahan kimia. Namun, ternyata tidak selamanya penyedap yang
seperti itu selalu buruk. Karena dibalik semua itu, masih tetap ada
kandungannya yang baik untuk kesehatan tubuh. Sehingga, sebenarnya tidak
masalah bila Anda menyantapnya, asalkan dengan jumlah yang masih sewajarnya dan
tidak berlebihan. Karena apapun itu, bila Anda menyantap banyak makanan yang
mengandung bahan kimia, sudah pasti dampaknya akan buruk.