Gejala dan Cara Tepat Mengatasi Alergi Susu Pada Bayi Paling Lengkap - Salah satu alergi yang seringkali menyerang anak - anak adalah alergi susu seperti susu sapi, susu kambing dan juga susu kerbau.
Gejala dari alergi susu pada anak bisa anda lihat setelah beberapa menit sampai jam setelah anak mengkonsumsi susu tersebut.
Gejala yang ditimbulkan juga beraneka ragam dari yang ringan sampai yang berat seperti muntah, sesak nafas, timbul bintik kemerahan yang gatal dan juga masalah pencernaan, sedangkan dalam beberapa kasus yang cukup langka terjadi adalah menyebabkan anaphylaxis yakni sebuah reaksi parah yang bisa mengancam jiwa.
Baca Juga: Turunkan Demam Pada Anak Dengan 8 Bahan Alami Ini
Gejala - Gejala Alergi Susu
- Timbulnya bintik merah pada kulit dengan rasa gatal
- Muntah
- Sesak nafas
- Kotoran cair dan mengandung darah
- Kram perut
- Diare
- Batuk
- Mata berair
- Hidung berair
- Colic
Milk intolerance atau alergi susu yakni ketidak mampuan untuk mencerna susu dan menjadi hal yang penting untuk membedakan antara alergi susu dan juga ketidaktoleran pada susu atau laktosa.
Berbeda dengan alergi susu, ketidaktoleran pada susu bisa mengakibatkan gejala yang berbeda serta penanganan yang berbeda juga.
Beberapa tanda ketidaktoleran terhadap susu diantaranya adalah perut kembung ataupun diare setelah mengkonsumsi susu dan juga produk yang mengandung dudu di dalamnya.
Cara Mengatasi Bayi Alergi Susu
Jika anak anda mengalami alergi susu, maka sangat disarankan untuk langsung memeriksakan ke dokter dan dokter umumnya akan melakukan beberapa macam pemeriksaan seperti darah, feses dan juga tes alergi pada kulit dengan cara memberikan suntikan sejumlah kecil protein di bawah permukaan kulit anak.
Dokter juga akan memberikan susu sapi pada anak saat di rumah sakit yang bertujuan untuk lebih memastikan apakah anak mengalami alergi susu atau tidak.
Apabila hasilnya positif, ada beberapa hal yang harus anda lakukan seperti yang dijabarkan
sehatpenting.com berikut ini.
- Jangan memberikan susu sapi dan juga produk yang mengandung susu seperti keju, es krim dan lain sebagainya.
- Hindari juga memberikan susu serta olahan susu saat masih ASI sebab protein susu akan menyatu dengan ASI dan berbahaya jika terminum.
- Jika anak anda alergi terhadap susu kedelai, maka dokter akan meberikan hypoallergenic, pada susu formula ini protein akan dipecah menjadi partikel kecil sehingga memperkecil kemungkinan terpicunya alergi.
Cara Menggantikan Nutrisi Susu
1#. Anak yang tidak mengkonsumsi susu akan mengalami kekurangan vitamin D dan anda bisa menyiasatinya dengan memberikan makanan lain yang mengandung vitamin D tersebut.
Beberapa makanan yang mengandung vitamin D diantaranya adalah telur, bayam, sarden, brokoli, olahan kedelai seperti tahu tempe dan juga tuna.
2#. Berikan susu formula ekstensif dihidrolisis
Jika bayi atau anak tidak dapat menerima ASI ataupun susu formula, maka berikan jenis susu formula ekstensif dihidrolisis yang merupakan jenis protein yang bisa diterima bayi sebab proses pemecahan protein jauh lebih mudah.
3#. Susu dengan basis amino
Dengan tidak memberikan prduk susu pada bayi dan anak serta diet pada ibu mneyusui juga akan menyebabkan timbulnya masalah lain yakni kekurangan gizi.
Oleh sebab itu, mintalah resep pada dokter yang menangani anak anda agar anda bisa mendapatkan susu dengan basis asam amino yang bisa diterima oleh bayi agar nutrisi bisa seimbang.
Demikian ulasan dari kami kali ini tentang gejala dan juga cara tepat dalam mengatasi alergi susu pada bayi, semoga bisa bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan anda seputar kesehatan bayi dan juga anak, terima kasih.