Bagaimana cara mengatasinya?
Ketika terserang penyakit usus
buntu anak, maka ada beberapa hal umum yang harus diperhatikan terlebih dahulu.
Karena, jika hal ini tidak segera diatasi dan dicari tahu penyebabnya, tentu
saja ini akan menimbulkan berbagai macam permasalahan yang lainnya pada organ
tubuh yang lain. Maka dari itulah, saat anak terkena masalah pada usus,
sebaiknya cari tahu dulu penyebabnya!
Baca Juga: Seperti
Inilah Kesehatan Anak Jika Mengkonsumsi Minyak Hati Ikan Kod
Dimana salah satu penyebab
terjadinya usus buntu anak ini sebenarnya bisa saja terjadi karena penyumbatan
yang menyebabkan terjadinya infeksi. Biasanya, penyumbatan ini bisa saja
terjadi karena cairan mulut, cairan hidung, feses, dan juga semua kotoran yang
lain. Karena telah terjadi penyumbatan inilah yang kemudian menjadikan semua
bakteri mulai gencar untuk menginfeksi dan menyebabkan terjadiya pembengkakan.
Akibatnya, suplai darah menuju usus buntu menjadi terputus.
Sehingga, bila masalah ini tidak
segera diobati, maka infeksinya menjadi smeakin parah. Hingga kemudian pada
akhirnya bisa beraktibat fatal. Maka dari itulah, anak yang mengalami kondisi
seperti ini umumnya harus segera mendapatkan perawatan berdasarkan gejala,
usia, dan kondisi kesehatannya secara menyeluruh. Beberapa cara penanganannya
bisa meliputi di bawah ini:
Operasi Pemotongan di Bagian Apendiks
Salah satu cara mengatasi masalah
penyakit usus buntu anak ini adalah dilakukan operasi usus buntu. Jadi, cara
penanganan yang satu ini sangat umum sekali. Karena nantinya akan dilakukan
pengangkatan dibagian apendiks yang tersumbat. Untuk proses pembedahan
operasinya sendiri bisa dilakukan menggunakan 2 macam cara. Yaitu:
1. Operasi
yang terbuka. Dimana prosedurnya bisa dilakukan melewati proses pemberian obat
bius kepada pasien. Selanjutnya, sisi kanan bawah perut disayat untuk proses
pemotongan. Bila di bagian ususnya nanti sudah pecah, maka bagian shunt atau
tabung kecil diletakkan untuk mengeluarkan cairan yang lain dan nanah. Shunt
nanti akan diambil lagi pada beberapa hari kemudian, saat infeksi telah hilang.
2. Bedah
laparoskopi, merupakan pembedahan yang dilakukan dengan cara memberikan obat
bius, disertai dengan sayatan kecil. Pada sayatan ini nanti akan dimasukkan
sebuah alat, seperti laparoskopi untuk melihat seperti apakah kondisi perut
yang ada di bagian dalam sekaligus dilakukan pengangkatan bagian apendiks.
Metode yang satu ini tidak dilakukan saat usus akan atau ternyata sudah pecah.
Apendektomi Interval
Untuk operasi yang satu ini
adalah sebuah perawatan untuk penyakit usus buntu anak yang paling umum dan
sering dilakukan. Hanya saja, tindakannya ini tidak selalu dibutuhkan sesegera
mungkin. Dokter umumnya akan menunda operasi saat usus buntu telah pecah,
karena bisa menyebabkan terjadinya infeksi. Nah, infeksi inilah yang harusnya
ditangani lebih dulu. Prosedur yang seperti ini disebut juga dengan apendektomi
interval.
Anak nanti akan diberi obat
antibiotik lewat kateter sentral atau sebuah tabung iv yang diberi nama jalur
PICC. Setelah itu, akan dilakukan tes pencitraan untuk mengecek dan sekaligus
memantau kantung nanah atau kondisi abses. Bila infeksinya sudah sembuh,
barulah akan dilakukan operasi untuk proses pengangkatan usus buntu.